
Jumat, 22 Mei 2009
permintaan dan penawaran uang

Kamis, 21 Mei 2009
rangkuman artikel permintaan dan penawaran
Sebagai komoditi ekspor, lada putih Bangka mempunyai peranan penting bagi perekonomian wilayah, baik sebagai penghasil devisa maupun sebagai sumber mata pencaharian utama bagi petani. Pada tahun 2000, volume ekspor lada Bangka ke berbagai negara konsumen seperti Jepang, AS, Singapura dan Masyarakat Eropa mencapai 34.763.575 kg, sehingga mampu menyumbang devisa sebesar US $ 124.373.008,5. Pada tahun 2001, meskipun harga lada terus merosot tetapi tetap mampu melakukan ekspor, sebanyak 28.607.175 kg dengan devisa US$ 60.101.563. Total devisa tersebut dihasilkan oleh 59.087 KK petani atau setara 295.435 jiwa atau 40,07 % dari total penduduk Kabupaten Bangka (sebelum pemekaran).Dalam pengembangannya, komoditi lada ini seringkali dihadapkan pada permasalahan volume penawaran ekspor dan harga yang terus berfluktuasi.Oleh karena itu pemahaman tentang perilaku penawaran dan permintaan lada putih yang selalu berubah ini menjadi sangat penting, terutama dalam perencanaan pengembangan komoditi dan kesejahteraan masyarakat petani kecil.
sumber: internet